Selasa, 23 November 2010

Pelajaran dari dalam pasar......jilid 2

Beberapa hari kemudian saya tunggu dia di los empon-empon, di pasar Beringharjo, Gusti Paino belum juga muncul. Mendekati jam 10 pagi dia baru datang, trus buka dasaran tuk jualan di los itu.....sembari buat cem-ceman teh dia nanya padaku, "Arep takon opo meneh mas......"

Saya masih bingung tuh, setelah kita bisa masuk ke dalam kendaraanNYA itu apa yang harus kita lakukan lagi.....(baca : Pelajaran dari dalam pasar.........jilid pertama).

Beliau terus nunjuk ke arah ember plastik hitam, tulisannya ANTI PECAH, tapi atasnya dah robek. Gusti Paino bilang, liat sana.....loh saya kan bingung, udah lama nunggu, begitu ketemu kok disuruh liat ember pecah. Ya saya liat tuh ember, isinya air, mungkin los ini bocor dan 'ditampani' pake ember ini......

Saya bilang ke Gusti Paino, isi ember itu air Gus. Trus dia bilang, liat yang bener.....saya ulangi liat lagi, ya isinya air, bening, sampai sisa wortel saya liat di dasarnya. Saya cerita ke dia, kalau isinya air, didasar ember itu isinya sisa wortel.

Trus dia suruh saya liat ember lagi, kali ini yang dia tunjuk adalah ember milik tukang bakso yang berada di gerbang masuk pasar. Nah loe, makin bingung kan saya.......akhirnya saya liat, ember itu ada di luar tritisan (teras) pasar, jadi tukang bakso itu terlindungi oleh atap pasar cuma tempat duduknya saja, sementara gerobak beserta embernya kena terik matahari bila panas dan kena air bila hujan turun.

Ketika saya lihat, ember itu terbuat dari plastik, warna biru.....sambil malu-malu saya tengok isinya (wah jadi tontonan saya waktu itu, malu sih), didalamnya ada satu mangkok, waktu saya perhatikan mendadak saya silau oleh sinar matahari yang terpantulkan oleh air. Saya bilang ke Gusti Paino, isinya air juga, jernih, dan ada mangkuk bakso didalamnya, dia bilang hanya itu.....ya saya bilang silau karena di bawah terik matahari langsung.

Setelah itu dia nyuruh saya duduk di kloso mendong (sejenis pandan) nya, begitulah olah batin yang dilakukan, nah loe aku bingung kan....apa hubungannya antara ember ma olah batin ????

Akhirnya sambil nyruput teh dengan gulo batu, dia beberkan semuanya......

Hati itu layaknya ember yang anti pecah itu (walau pernah, hati pecah berkeping-keping karena ditinggal pacar, xixixixixi), yang diisi atau terisi air tadi. Matahari itu hanya satu, tapi bila dihalaman nan luas ada 1000 ember yang terisi air, maka akan ada 1000 matahari pada semua ember (masing-masing ember 1 matahari). Tapi apakah kualitas dari pantulan sinar matahari itu sama ?, tentu tidak, hal ini akan dipengaruhi oleh kekeruhan dari tiap-tiap ember yang ada, semakin jernih maka semakin menyilaukan pantulan yang terjadi, begitu pula sebaliknya semakin keruh dan banyak sekali kotorannya maka bayang-bayang matahari itu semakin tidak karuan bentuknya, apalagi pantulannya, mungkin gak terlalu menyilaukan......

Begitu juga dengan batin kita, semakin bersih laku batin kita maka semakin bagus juga pancaran dari ajaran gusti ingkang murbeng dumadi. Semakin kotor batin kita maka kita akan semakin tidak tahu, apa keinginan dari yang Kuasa untuk kita.

Trus saya nanya, nah kalau ember yang didalam pasar (yang digunakan untuk 'nadahi trocoh' tadi), dia bilang, itulah simbol orang yang telah tertutup dengan glamornya duniawi. Ember yang didalam pasar memang tidak ada sinar mataharinya, sebab terhalang oleh atap pasar, ya inilah penghalang masuknya sinar matahari ke dalam ember, walaupun saya masih bisa melihat dasar ember yang ada sisa wortelnya itu.....

Gusti Paino membeberkan, begitu juga dengan batin manusia yang telah tertutup glamornya duniawi (:pada kasus ember itu adalah atap pasar), dia tidak akan mendapatkan petunjuk dari yang maha Kuasa (: pada kasus ember itu adalah sinar matahari). Walaupun kejernihan batinnya telah terbukti, dengan terlihatnya sisa wortel didasar ember, akan tetapi ember tersebut tidak bakalan bisa memantulkan sinar matahari (karena emang gak dapet sinar karena ketutup atap pasar). Inilah bentuk batin yang telah bersih akan tetapi tidak mendapatkan petunjuk dari ALLAH sehingga tidak dapat berguna untuk manusia maupun lingkungan sekitaranya, walaupun sebersih apapun batinnya......masyaALLAH.

Saya malah terbengong, saya tanya ke Gusti Paino, jadi ada empat ember ya......

1. Ember yang berisi air sangat jernih dan berada di tanah lapang sehingga dapat memantulkan sinar matahari dengan terang benderang. Inilah bentuk batin yang sangat bagus yang dimiliki oleh para utusan ALLAH dan waliALLAH.

2. Ember yang berisi air yang keruh akan tetapi berada di tanah lapang sehingga masih dapat memantulkan sinar matahari walau tidak terlalu terang, karena terganggu dengan sampah-sampah yang ada didalamnya. Inilah bentuk batin yang masih harus dibersihkan dari kotornya penyakit hati.

3. Ember yang berisi air sangat jernih dan berada di dalam ruangan sehingga tidak dapat memantulkan sinar matahari. Inilah hati yang telah bersih, akan tetapi kehidupan duniawi menutup jalannya petunjuk dari ALLAH.....

4. Ember yang berisi air sangat keruh dan berada di dalam ruangan sehingga tidak dapat memantulkan sinar matahari dan tidak dapat dilihat apa yang ada didalamnya. Inilah bentuk batin yang harus kita hindari, selain tidak mendapatkan petunjuk dari ALLAH, batin dengan bentuk ini diliputi oleh semua kebusukan dan penyakit hati.....

Saya malah tambah panik.....gak terasa adzan dhuhur berkumandang, saya dan Gusti Paino menuju masjid untuk sholat dhuhur, dalam jalan kaki saya, saya masih memikirkan apa yang diajarkan barusan......hanya masalah ember isi air loh, GAK LEBIH.

GIMANA AIR YANG ADA DI EMBER KAMU ??????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar