Minggu, 24 Mei 2009

golek banyu nggowo pikulan warih

Suatu asa untuk belajar adalah keinginan, itu semua orang berkaya.....IYA. Tapi semalam dalam heningnya malam, saya mendapatkan suatu pemahaman yang lain tentang apa itu belajar dan mengapa beberapa guru memilih muridnya, berdasarkan apa itu.....

'Golek banyu, nggowo pikulan warih'

Suatu kalimat yang cukup sederhana dalam bahasa jawa yang makna akan sarat arti. Golek banyu dapat diartikan mencari air, nggowo pikulan warih dapat diartikan secara fleksibel menjadi membawa tempat air. Mungkin beberapa rekan tidak mengetahui arti dari kalimat yang ringan ini, bahkan kalau dijabarkan kalimat ini akan serasa berat dalam menuntut ilmu, mari coba kita jabarkan.

Orang pasti dengan sengaja mencari ilmu tersebut, entah ilmu yang dibagi di Islam adalah ilmu yang tertulis dan tidak tertulis. Keduanya pasti dengan sengaja dilakukan oleh seseorang, bukan suatu kebetulan. Mungkin kebetulannya adalah pemicunya, pemicu untuk keinginan belajar akan hal itu. Bila kembali kepada dua sumber ilmu, yaitu dari buku dan penyerapan ilmu alam, maka kita akan terjebak pada keinginan dan tujuan dari pencarian ilmu tersebut.

Ilmu yang berasal dari bukutelah jelas yang disiapkan mungkin adalah alat tulis dan kecerdasan. Suatu ilmu yang pasti tentu didekati dengan suatu hal yang pasti pula, bukan tidak mungkin malah bisa-bisa kita rencanakan puluhan tahun sebelumnya dengan adanya fasilitas asuransi saat ini.

Hal yang berbeda dengan ilmu yang berasal dari alam, hal ini tentunya akan membingungkan kita....apa yang perlu disiapkan untuk mempelajari hal tersebut. Bila kita telah menetapkan tujuan dari pencarian ilmu tersebut kita tentunya akan menyiapkan apa yang dibutuhkan dalam menuntut ilmu itu, ya pikulan warih kita siapkan. Tapi coba kita tengok, apakah kita tau jalur yang akan dilalui dalam mempelajari alam ini, ya guru sejati itu tidak akan mengatakan pada kita, kemana kita akan berjalan dalam melihat alam ini, ke utarakah ?, ke selatankah ?, atau ke baratkah ? Itu yang menjadi pertanyaan, sehingga apa yang ada didalam pencarian ini adalah hati dan keikhlasan.

Hati, ya karena hanya inilah yang mampu membuat kita terus bergerak dan memotivasi sebuah tenaga yang besar akan semangat yang membara untuk melalui rintangan dalam menjalani pelajaran ini.

Ikhlas, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kita ketika kita menjalani apa yang dinamakan laku prihatin untuk mencapai keinginan kita dalam mencari ilmu dari alam ini, apakah alam akan memberinya dengan segampang yang kita duga, ataukah kita akan kehilangan segalanya demi ilmu tersebut, ikhlas itulah kuncinya. Dalam islam ikhlas ini dikenal dengan berpasrah diri pada ALLAH, dengan sikap itu ikhlas itu menjadi tunas dari berpasrah diri tersebut, sesungguhnya kita berasal dariNYA dan akan berakhir kepadaNYA.

singkat kata, orang yang berlajar haruslah menyiapkan tiga titik dalam tubuh....OTAK karena kecerdasannya diperlukan, HATI karena semangat itu dibutuhkan, dan PERUT karena dengan itu kita bisa menjadi orang yang kuat (roso) atau orang yang berkuasa (kuoso)............camkan itu !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar